Minggu, 18 Maret 2012

Tips hubungan jarak jauh

Seseorang bisa jatuh hati dan menjalin cinta dengan orang yang jauh jaraknya. Cinta tak mengenal tempat , walaupun jarak dipisahkan sungai, gunung, laut, sampai benua, rasa cinta itu tetap dapat mekar bersemi.
Pasangan yang menjalin hubungan cinta dengan jarak jauh semacam ini memang punya tantangan sendiri. Jika tidak mempunyai modal saling percaya dan cinta yang kuat, hubungan ini bisa mudah goyah dan berantakan.
Berikut tips supaya hubungan langgeng walaupun jarak jauh :

  1. Komunikasi, biarpun jaraknya jauh bisa berhubungan lewat sms, telepon atau internet dengan chatting.Tak ada lagi alasan untuk tak tidak komunikasi.
  2. Jangan memendam dan menebak-nebak sendiri jika ada keraguan, kecurigaan, atau perasaan lainnya .
  3. Membuat kesepakatan tentang frekuensinya, sesuaikan dengan kegiatan masing-masing, jangan sampai mengganggu satu sama lain dan membuat si dia kesal.
  4. Sekali-sekali bisa mengirim sesuatu lewat pos, misalsuratyang diberi wewangian milik kita, atau makanan kesukaannya sehingga menimbulkan perasaan nostalgia atau rindu pada dirinya
  5. Buat kejutan sebagai penyegar suatu hubungan. Untuk yang jarak jauh bisa memanfaatkan jasa pengiriman. Sesekali mengirim bunga bisa menjadi penawar rindu yang romantis. Jika memang ada waktu yang cukup untuk liburan kejutkan dia dengan datang ke kotanya. Tapi ingat juga kesibukannya, jangan terlalu banyak menuntut waktunya. Jika memungkinkan, cari tahu dulu jadwal dia pada hari itu. Kunjungan Anda juga tak perlu lama-lama, yang penting perasaan rindu sudah terobati.
  6. Mengantisipasi segala kemungkinan resiko berhubungan jarak jauh, faktor penghalang pasti banyak menghadang. Walaupun sudah buat rencana Anda harus selalu siap untuk kemungkinan terburuk. Misalnya ketika sudah janji bertemu, kekasih Anda ada meeting tiba-tiba.
  7. Bersikap  saling percaya.
    Ketika sudah berkomitmen untuk hubungan jarak jauh, kepercayaan pada pasangan sangat penting. Jika tak bisa percaya pada pasangan sebaiknya Anda berpikir dua kali sebelum menjalani hubungan jarak jauh. Anda bisa lelah sendiri disiksa kecurigaan, saling menuduh karena tak bisa selalu mengawasi sang kekasih. Jika ada perasaan curiga atau gelisah, langsung ungkapkan kepadanya. Jangan dipendam sendiri dan berkembang menjadi masalah.
  8. Sabar dalam berkomunikasi karena mendengar nada  kesal sedikit saja bisa jadi masalah. Khusus untuk pasangan jarak jauh, kesabaran adalah aspek yang penting karena emosi pasangan pada hubungan jarak jauh lebih mudah meledak.
  9. Ketika saling berkomunikasi, manfaatkan untuk mengobrol hal-hal yang positif.
  10. Selalu akhiri pembicaraan dengan kata-kata yang manis dan mesra.
  11. Timbang baik dan buruknya dari hubungan ini, apakah yakin anda dan pasangan bahagia? Apakah anda lebih sering bertengkar daripada bermesraan? Apakah hubungan berubah menjadi buruk setelah kekasih pindah kekotalain? Dan berbagai hal lainnya. Jika setelah ditimbang ternyata hal buruk lebih unggul, tak ada salahnya Anda berpikir dua kali untuk melanjutkan hubungan jarak jauh. Jangan tergesa-gesa mengakhiri hubungan, bicarakan dulu baik-baik dengan kekasih. Beri alasan dan argumen yang tepat. Pada akhirnya, akan sangat baik jika Anda dan pasangan bisa menemukan jalan keluar.
  12. Prediksi masa depan
    Hubungan yang punya tujuan, pasti bikin Anda dan pasangan lebih semangat menjalaninya. Jika memang sudah saatnya tak ada salahnya menguatkan komitmen. Setidaknya jangan menghindar jika membicarakan hal tersebut. Suatu hubungan terutama jarak jauh perlu ‘iming-iming’ yang membuat Anda dan pasangan tetap kuat. Setidaknya ada sesuatu yang diharapkan dan dituju.
  13. Jika hubungan sudah direstui oleh keluarga kedua belah pihak, dan arahnya sudah menuju ke gerbang pernikahan, walau pasangan ada nun jauh disana  tak ada salahnya anda mengunjungi keluarga yang satukotadengan anda untuk mempererat hubungan silaturahmi.

Kamis, 15 Maret 2012

Kata2 GombaLLL

Kata Gombal buat gombalin cewe di jamin cwew klapak2__ hehhehhehehhe


Neng , punya tali nggak
/ buat apa /
Buat mengikat cinta aku ke kamu.

Dik, pinjam kuncinya dong!
/ buat apa /
Buat buka pintu hati kamu dong.

Besok kita pergi ke pantai yuk..
/ bener nih, ngapain /
Iya, aku pingin berselancar di derasnya gelombang cintamu.

Kamu dulu atlet nembak ya..
/ kok tau /
Iya soalnya aku tlah tertembak peluru cintamu tepat di hatiku.

Rabu, 14 Maret 2012

Puisi Ariel Peterpan Lebih Baik Diam


Lebih Baik Diam

Jika saya bercerita sekarang
Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya.
Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya.
Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia
yang seharusnya tidak dimaklumi.
Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah,
semua dapat memetik hal yang baik dari kemakluman itu,
atau hanya akan mengikuti keburukannya.
maka saya lebih baik diam.
Jika saya bersuara sekarang
maka itu hanya akan membuat
saya terlihat sedikit lebih baik
dan beberapa lainnya terlihat sedikit lebih buruk sebenarnya.
maka saya lebih baik diam.
Jika saya berkata sekarang
maka akan hanya ada caci maki
dari lidah ini.
Dan teriakan kasar tentang kemuakan
serta cemoohan hina pada keadilan.
maka saya lebih baik diam.
Saya hanya akan berkata pada Tuhan,
bersuara kepada yang berhak,
berkata kepada diri sendiri
lalu diam kepada yang lainnya
lalu biarkan seleksi Tuhan
bekerja pada hati setiap orang

             By Ariel "Peterpan"


Selasa, 13 Maret 2012

"Puisi Persahabatan"


Segenggam Asa


Tidakkah engkau tau...
Kuterbalut Sunyi...
Sepi sendiri tanpamu...
Bukan kehendakku...

Angin malampun tau...
Dingin memang tanpamu...
Bintangpun enggan keluar...
Kosong...langit bagai mati

Saat mentari kembali...
Hangat jiwa kini kurasa...
Tolong...
Cairkan...kebekuan hati ini...

Sepi kini bukan untukku...
Bukan juga...untukmu...
Bukan untuk siapa-siapa...

Jangan berhenti kawan...
Jalan masih panjang...
Segenggam asa...
Mesti kau raih...

Hari ini...
Engkau pasti dapat...
Mengejar semua cita...
Mimpi...harus jadi nyata...

  Makassar, maret 2012

Puisi Ibu "Do'aMu Ibu"


Sebuah puisi Ibu dengan judul  Do'amu Ibu puisi terbaru dari saya untuk Anda yang mungkin sedang mencari puisi dengan tema puisi Ibu. Dengan maraknya karya puisi dari temen-temen , ini saya mencoba meramaikan khasanah perpuisian Indonesia, dan ini bisa menambah semarak seni sastra dinegeri kita tercinta. Nah, semoga bermanfaat dan selamat membaca puisi Do'amu Ibu. 



                                       Do'amu Ibu
                                       Ibu...!
                                       Aku tahu...
                                       Semua letihmu itu tulus
                                       Dan...akupun tahu
                                       Bukan apa-apa yang engkau ingin
                                       Engkau tak pernah inginkan apa-apa

                                       Ibu...!
                                       Dulu engkau pernah bilang
                                       Cepatlah besar anakku !
                                       Jadilah engkau orang besar
                                       Yang membesarkan hati Ibu

                                       Ibu...!
                                       Semua hebatku
                                       Tak kan pernah ada
                                       Tanpa ikhlas pengorbananmu

                                       Ibu...!
                                       Sabdamu adalah do'a
                                       Do'a yang nyaring terdengar
                                       Dan pasti... didengar !

                                       Bukan gelimang harta tuk membalas
                                       Bukan pula, tahta dan mahkota
                                       Adalah berbhakti kepada orang tua
                                       Menjadi harta yang sesungguhnya.



                                       ********


                                       Terima kasih...IBU




                                       IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih
                                       Kulitmu tak lagi kencang
                                       Penglihatanmu tak lagi terang
                                       Jalanmu kini sudah mulai goyang

                                       Namun..apa yang terlihat
                                       Semua itu tak pernah engkau rasakan
                                       Semua itu tak pernah engkau pedulikan
                                       Aku paham, semua itu demi anakmu

                                       Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
                                       Sepanjang waktu engkau berhitung
                                       Berapa laba kau dapat hari ini
                                       Tuk membayar semua letihmu

                                       Engkau tak lagi dapat membedakan
                                       Mana siang, mana malam
                                       Semangat mengalahkan gemetar kakimu
                                       Dan segala rasa lelahmu


                                       Ini semua...untuk siapa?
                                       Hanya untuk anakmu
                                       Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
                                       Mencapai setumpuk asa

                                       IBU...sampai kapanpun,
                                       Anakmu tak kan pernah lupa
                                       Atas semua jasa, do'a dan derita
                                       Keringat yang engkau cucurkan

                                       IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban
                                       Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
                                       Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
                                       Dunia dan akherat...

                                       IBU...
                                       Anakmu kan selalu merindumu
                                       Do'a di setiap hembus nafas ini
                                       Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu